Buku ini membahas konsep dasar farmakoekonomi sebagai alat analisis untuk menilai efisiensi penggunaan obat dan pelayanan kesehatan, mencakup metode analisis efektivitas biaya (CEA), analisis manfaat biaya (CBA), dan peran farmakoekonomi dalam pengambilan kebijakan kesehatan di Indonesia.
Buku ini mengeksplorasi dimensi sosial dalam praktik kefarmasian, membahas interaksi antara obat, apoteker, dan masyarakat. Penulis menekankan pentingnya peran apoteker tidak hanya dalam aspek teknis obat, tetapi juga dalam konteks perilaku kesehatan, kepatuhan pasien, dan dampak sosial dari kebijakan kefarmasian.